Membangun Keluarga Islami

Nikah merupakan sunnah Rasul yang sangat sakral, karenanya nikah juga merupakan ikatan yang sangat kuat. Oleh karena itu, pernikahan dan walimatul 'arusy harus dilaksanakan yang sesuai dengan ajaran Islam. Sesudah pernikahan berlangsung, kehidupan berumah tanggapun harus dijalani dengan sebaik-baiknya meskipun tantangan dan godaan menjalani kehidupan rumah tangga yang Islami sangat banyak.

Untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang Islam, ada beberapa hal yang harus mendapat perhatian suami dan isteri.

Agar Disayang Isteri Setiap Hari

Dalam kehidupan keluarga, sering dijumpai hal-hal yang tidak menyenangkan hati suami maupun isteri. Suami merasa jengkel dengan sikap, perkataan atau perbuatan isteri; dan isteri merasa jengkel atas sikap, perkataan atau perbuatan suami. Akumulasi dari kejengkelan atau ketidaknyamanan yang bermula dari hal-hal kecil ini akan menumpuk menjadi sesuatu perasaan kejengkelan dan ketidaknyamanan yang besar.
Padahal sesungguhnya, mereka tidak sedang mempersoalkan hal-hal yang besar. Mereka hanya berhadapan dengan rutinitas kehidupan yang mengalir begitu saja setiap harinya. Bukan sebuah rekayasa atau konspirasi, namun respon spontan yang kadang tidak menyenangkan pasangan. Hal yang tidak menyenangkan ini bisa berulang setiap hari, yang akhirnya menimbulkan kesan betapa banyak ketidaknyamanan mereka rasakan.
Sebagai suami, kita harus selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi isteri dan anak-anak. Isteri akan selalu merasa nyaman, senang dan bahagia didekat suami, apabila suami mampu memberikan hal terbaik sesuai harapan isteri. Seringkali harapan itu bukan sesuatu yang besar atau muluk-muluk, justru hal-hal praktis yang sesungguhnya mudah untuk dilakukan suami. Namun dalam beberapa kejadian, banyak suami yang enggan untuk melakukan hal-hal praktis tersebut.

Apakah Isteri Anda Cerewet ? Itu Normal.

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita menemukan banyak suami yang heran dengan sikap dan perilaku isterinya. Menurut para suami, isteri mereka terlalu banyak bicara. Ungkapan seperti ini sering didengar oleh para konselor keluarga:

“Isteri saya itu orangnya aneh banget. Maunya ngomong terus, hal-hal yang tidak penting saja diomongkan”, kata seorang suami.

“Isteri saya itu orangnya sangat cerewet. Semua dikomentari, seakan tidak ada hal yang benar dari diri saya”, kata suami yang lain.

“Saya heran, apa tidak sebaiknya dia itu diam saja, tidak usah banyak bicara”, ujar suami yang lain.

Kiat Memahami Pasangan

Perhatikan pasangan hidup anda saat ini, dan tanyakan kepada diri sendiri, “Sudahkah memahami dan mengerti kondisinya hari ini?” Semoga anda bisa menjawab pertanyaan berikut ini:

“Tahukah apa yang sedang diinginkannya hari ini?”

“Tahukah anda, apa yang sedang dipikirkannya?”

“Tahukah anda apa yang menggelisahkan hatinya?”